Upacara Hardiknas di Biak Jadi Unik Karena Pakai Tiga Bahasa dan Mahkota Papua
Penulis: Fiona Sihasale
1 bulan yang lalu
Puncak peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua berlangsung berbeda dari biasanya.
Upacara dipimpin langsung
Bupati Biak Numfor, Markus Mansnembra, dengan nuansa kearifan lokal yang terlihat dominan, yang digelar di halaman Kantor Bupati Biak, Senin (4/5/2026).
Sejak awal, suasana nampak terlihat unik. Bupati, wakil bupati, pimpinan OPD hingga ASN tampil mengenakan Mahkota dan Asis sebagai hiasan kepala khas Papua. Sementara para kepala sekolah hadir dengan balutan pakaian adat dari berbagai daerah di Nusantara.
Tidak hanya itu, tiga siswa pembawa acara membawakan rangkaian kegiatan menggunakan tiga bahasa, yakni Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Bahasa Papua, dengan busana adat Biak. Pasukan pengibar bendera pun tampil mengenakan pakaian adat khas Biak.
Bupati Markus Mansnembra mengatakan, peringatan Hardiknas tahun ini tidak sekadar seremonial, tetapi dirangkaikan dengan berbagai kegiatan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
“Upacara ini dirangkaikan dengan bakti sosial berupa pemeriksaan kesehatan gratis, donor darah, dan pasar murah yang dibuka untuk seluruh masyarakat,” ujar Bupati Markus Mansnembra usai upacara.
Ia menegaskan, seluruh rangkaian kegiatan tersebut akan menjadi bahan evaluasi pemerintah daerah agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat.
“Seluruh rangkaian kegiatan ini bukan hanya formalitas, tetapi menjadi kebutuhan kita di pemerintah daerah dan akan kita evaluasi secara rutin agar perhatian kepada masyarakat semakin baik,” katanya.
kesempatan itu, bupati juga membacakan amanat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti.
Dalam amanat disebutkan, Hardiknas menjadi momentum untuk merefleksikan dan menguatkan kembali semangat pendidikan nasional.
Ia menyampaikan, pendidikan pada hakikatnya merupakan proses memanusiakan manusia, yang dilaksanakan dengan ketulusan, kasih sayang, serta bertujuan menumbuhkan potensi peserta didik secara utuh.
Dalam amanat tersebut juga ditegaskan pentingnya nilai-nilai yang diwariskan Ki Hajar Dewantara melalui sistem among, yakni asah (ilmu), asih (kasih sayang), dan asuh (pendampingan), sebagai fondasi pendidikan di Indonesia.
Selain itu, lanjut bupati, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menetapkan pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) sebagai program prioritas, didukung lima kebijakan strategis.
Di antaranya, pembangunan dan revitalisasi satuan pendidikan, peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru, penguatan karakter, peningkatan literasi dan numerasi, serta perluasan akses pendidikan yang inklusif.
Dalam amanat itu juga ditekankan, keberhasilan kebijakan pendidikan tidak hanya bergantung pada program, tetapi juga ditentukan oleh tiga hal utama, yakni pola pikir (mindset), mental yang kuat, dan misi yang lurus.
Melalui momentum Hardiknas ini, Pemerintah Kabupaten Biak Numfor menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pembangunan sumber daya manusia yang unggul, sekaligus menghadirkan layanan pendidikan yang lebih merata dan berkualitas bagi seluruh masyarakat.
Upacara juga diisi dengan penampilan drumband dari para siswa SMP Negeri 2 Biak Kota. Para siswa dan seluruh peserta upacara terlihat antusias mengikuti upacara peringatan Hardiknas yang dilaksanakan setiap tahun.(*)